Berita

KRYD Polsek Taliwang Digelar, Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di Wilayah Hukum Sumbawa Barat

×

KRYD Polsek Taliwang Digelar, Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di Wilayah Hukum Sumbawa Barat

Sebarkan artikel ini

Taliwang, 15 April 2026* — Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Taliwang kembali menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Rabu malam (15/04/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

KRYD yang dilaksanakan melibatkan personel gabungan Polsek Taliwang dengan menyasar sejumlah titik rawan, seperti kawasan pemukiman padat, pusat keramaian, serta jalur-jalur yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya masyarakat pada malam hari. Patroli dialogis juga dilakukan guna memberikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada warga.

Selain itu, petugas turut melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor dan individu yang dianggap mencurigakan, sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kriminalitas seperti pencurian, peredaran minuman keras, serta gangguan keamanan lainnya.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, menjelaskan bahwa kegiatan KRYD merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman.

“Kegiatan ini rutin kami tingkatkan sebagai langkah preventif guna menekan angka kriminalitas serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan menciptakan situasi kondusif tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian, segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” tambahnya.

Selama pelaksanaan KRYD, situasi di wilayah hukum Polsek Taliwang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Dengan kegiatan ini, Polsek Taliwang berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat, serta tercipta lingkungan yang harmonis dan bebas dari gangguan kamtibmas.

Baca Juga :  Polri Dukung Astacita, Polsek Merakurak Polres Tuban Turun Cek Tanaman Jagung Warga di Desa Tuwiri Wetan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…