Berita

Lakalantas Ganda “Adu Banteng”Unit Gakum Satlantas Polres Bima Kabupaten Gelar Olah TKP

×

Lakalantas Ganda “Adu Banteng”Unit Gakum Satlantas Polres Bima Kabupaten Gelar Olah TKP

Sebarkan artikel ini

Unit gakum Satlantas Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar olah TKP Lakalantas ganda yang di jalan lintas Monta-Parado

Lakalantas itu terjadi pada hari Selasa 14 April 2026 sekira pukul 09.00.Wita tepatnya di Desa Pela Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Kecelakaan yang menyebabkan ketiga korban mengalami luka ringan dan berat itu melibatkan dua sepeda motor protolan dan sepeda motor jenis Honda Beat.

Berikut identitas dan luka yang dialami oleh ketiga korban,

Pengendara SPM protolan/ tanpa perlengkapan berinisial M (L/64) yang ditumpangi oleh MN (P/54) Keduanya merupakan warga Desa Kanca Kecamatan Parado dan mengalami luka luka di beberapa bagian tubuh dan di rawat di PKM Monta.

Sedangkan pengendara SPM jenis Honda Beat yang merupakan warga Desa Pela berinisial EF (P/43) juga mengalami luka cukup serius sehingga dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan medis.

Kronologi,
SPM protolan tanpa TNKB melaju dari arah barat menuju ke arah timur, saat melintas jalan menurun sepeda motor kehilangan kendali mengambil jalur jalur jalan sebelah selatan lalu menabrak sepeda motor Honda beat yang saat itu sedang melaju dari arah berlawanan.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH, melalui Kasat lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH.

Di TKP unit gakum Satlantas Polres Bima Kabupaten melakukan pemantauan secara umum khusus serta melakukan pemotretan secara umum dan khusus dan mengumpulkan sejumlah keterangan saksi-saksi.

Hasil oleh TKP kejadian tersebut diduga kuat pengendara SPM tanpa TNKB atau protolan itu tidak mampu mengendalikan kendaraannya sehingga tabrakan pun tak terelakkan

Selain itu petugas juga mengamankan BB berupa satu unit sepeda motor tanpa TNKB sedangkan SPM jenis Honda Beat belum diserahkan oleh pihak keluarga korban.

Baca Juga :  Polsek Palang Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Pemantauan Lahan Jagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…