Berita

Patroli Kota Presisi Polda NTB Sasar Pertokoan dan Permukiman di Cakranegara

×

Patroli Kota Presisi Polda NTB Sasar Pertokoan dan Permukiman di Cakranegara

Sebarkan artikel ini

 

Mataram, NTB – Dalam upaya menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas),
Polda NTB melalui Subdit Gasum Direktorat Samapta kembali melaksanakan Patroli Kota Presisi di kawasan publik, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan patroli kali ini menyasar area pertokoan dan permukiman warga di wilayah Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, yang merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan, tetapi juga aktif menyapa serta berdialog secara humanis dengan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Melalui interaksi tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K. menjelaskan bahwa Patroli Kota Presisi merupakan inovasi Direktorat Samapta dalam memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

“Patroli ini merupakan terobosan untuk meningkatkan interaksi dengan masyarakat sekaligus sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan serta menekan angka tindak pidana konvensional yang kerap terjadi di kawasan publik.

“Melalui patroli ini, kita berupaya mengantisipasi berbagai gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan pendekatan humanis yang terus dikedepankan, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan, demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. (*)

Baca Juga :  Polri: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…