Berita

Gotong Royong Bersihkan Fasilitas Umum, Bhabinkamtibmas Desa Tamekan Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

×

Gotong Royong Bersihkan Fasilitas Umum, Bhabinkamtibmas Desa Tamekan Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat – Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan oleh warga Dusun Tamekan I, Desa Tamekan, Kecamatan Taliwang, Bersama aparat keamanan dan unsur pemerintah desa, masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan fasilitas umum. pada Jumat (17/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Tamekan, Brigpol Aditya Prayudha, yang bersinergi dengan Babinsa, perangkat desa, kepala dusun, ketua RT, serta masyarakat setempat.

Adapun sasaran utama kegiatan adalah pembersihan ruas jalan dan gorong-gorong di jalur Desa Tamekan menuju Brang Rea. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat memicu berbagai penyakit.

Di lapangan, tampak seluruh peserta gotong royong bekerja sama membersihkan sampah, rumput liar, hingga saluran air yang tersumbat. Kehadiran aparat TNI-Polri dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kedekatan dengan masyarakat.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Gotong royong ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga binaan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Warga pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari budaya kebersamaan di Desa Tamekan.

Baca Juga :  Polsek Bangilan Intensif Monitoring Ketahanan Pangan Dukung Swasembada Pangan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…