Berita

Polsek Seteluk Kedepankan Patroli Dialogis, Bangun Komunikasi Aktif Jaga Kamtibmas

×

Polsek Seteluk Kedepankan Patroli Dialogis, Bangun Komunikasi Aktif Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Seteluk, Polres Sumbawa Barat terus mengintensifkan kegiatan patroli dialogis dengan mengedepankan komunikasi langsung bersama warga.

Kegiatan patroli ini tidak hanya berfokus pada pemantauan wilayah, tetapi juga menjadi sarana bagi anggota kepolisian untuk berdialog secara humanis dengan masyarakat. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara polisi dan warga, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu strategi preventif yang efektif dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Patroli dialogis ini menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, anggota dapat mendengar aspirasi, keluhan, serta memberikan imbauan secara langsung kepada warga,” ujar Iptu Ardiyatmaja.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Seteluk menyambangi berbagai titik keramaian, pemukiman warga, hingga tempat-tempat yang dianggap rawan. Selain memberikan pesan-pesan Kamtibmas, petugas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Dengan adanya patroli dialogis yang rutin dilakukan, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Seteluk Polres Sumbawa Barat tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Baca Juga :  Polsek Tambakboyo Polresta Tuban Dampingi Petani Cek Lahan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…