Berita

Bhabinkamtibmas Desa Mantang Intensifkan DDS, Imbau Warga Waspada Curanmor

×

Bhabinkamtibmas Desa Mantang Intensifkan DDS, Imbau Warga Waspada Curanmor

Sebarkan artikel ini

Lombok Tengah (NTB) – Bhabinkamtibmas Desa Mantang, Polsek Batukliang, Polres Lombok Tengah, AIPDA L. Abdul Kadir Jaelani melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) sekaligus silaturahmi dengan warga binaannya di Dusun Prapen, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.15 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyambangi area SPPG di Dusun Tampeng dan bertemu dengan petugas keamanan setempat. Pada kesempatan itu, ia memberikan imbauan kamtibmas kepada satpam bernama Irwan agar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kerja, khususnya terkait keamanan kendaraan karyawan.

Ia menekankan pentingnya penggunaan kunci ganda pada kendaraan yang diparkir guna mengantisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, pengaturan parkir juga diingatkan agar tidak mengganggu aktivitas operasional di lokasi tersebut.

“Kegiatan DDS ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar AIPDA Abdul Kadir Jaelani.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir.

Baca Juga :  Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H di Kediri Lombok Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…