Berita

.”Polantas Menyapa” Dibalik Seragam Coklat dan Kopel Putih, Satlantas Polres Bima Kabupaten Salurkan Bantuan Sembako Bagi Warga Kurang Mampu

×

.”Polantas Menyapa” Dibalik Seragam Coklat dan Kopel Putih, Satlantas Polres Bima Kabupaten Salurkan Bantuan Sembako Bagi Warga Kurang Mampu

Sebarkan artikel ini

Bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjaga hubungan baik Satlantas Polres Bima Kabupaten Polda NTB salurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu.

Aksi sosial itu merupakan bagian dari Program “Polantas Menyapa”. yang secara rutin dilaksanakan oleh Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten di wilayah hukumnya.

Seperti pada Jum,at 17 April 2026 pagi, dengan humanis personel Satlantas menyambangi warga Desa Panda Kecamatan Palibelo untuk menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH, melalui Kasat lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH menjelaskan Ini bentuk kepedulian dan sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami Satlantas Polres Bima Kabupaten hadir untuk berbagi, terutama kepada warga masyarakat yang kurang mampu,” ucapnya

Kasat meneruskan, tujuan dari kegiatan bansos ini adalah murni untuk membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga yang kurang mampu

“Niat kami tulus dan ikhlas membantu warga, dengan harapan warga akan merasa senang dan terbantu atas kegiatan bansos ini melalui Program Polantas Menyapa”. Katanya lagi.

Lanjutnya, mudah-mudahan apa yang telah kami lakukan ini kelak menjadi amal, serta ladang ibadah di hadapan Allah SWT.

Kegiatan yang juga didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Panda Bripka M.Dimiyati itu mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Lombok Utara Pimpin Apel Pagi dan Berikan Penghargaan kepada Personel Berprestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…