Berita

Pangkas Biang Kerok Gangguan Kamtibmas, Polsek Bolo Grebek Judi Sambung Ayam dan Sembelih Tiga Ekor Ayam Aduan

×

Pangkas Biang Kerok Gangguan Kamtibmas, Polsek Bolo Grebek Judi Sambung Ayam dan Sembelih Tiga Ekor Ayam Aduan

Sebarkan artikel ini

 

Judi sabung ayam merupakan salah satu pemicu terjadinya berbagai gangguan Kamtibmas yang meresahkan masyarakat.

Untuk itu pada Selasa 9 Juni 2026 sekira pukul 15.40.Wita Polsek Woha yang di pimpin langsung oleh Kapolseknya Iptu Sofian Hidayat S.sos melakukan penggerebekan judi sabung ayam yang berlokasi di Desa Daru Salam Kecamatan Bolo.

Penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aksi sekelompok orang yang melakukan aksi judi sabung ayam di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu Kapolsek Bolo dan anggotanya langsung bergerak menuju TKP. Tiba di TKP petugas langsung melakukan penggerebekan terhadap para penyabung ayam.

Dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan 5 orang, tiga ekor ayam yang langsung di sembelih, serta alat peraga judi.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kapolsek Bolo Iptu Muhammad Sofyan Hidayat S.sos.

Kapolsek meneruskan, pihaknya tidak mentolerir segala bentuk perjudian yang ada di wilayah hukumnya.

Dalam kesempatan itu juga Kapolsek memberikan himbauan dan teguran keras kepada masyarakat sekitar agar tidak lagi melakukan aksi judi sabung ayam maupun lainnya.

Baca Juga :  PEMUSNAHAN BARANG BUKTI DI KEJAKSAAN NEGERI DOMPU, WUJUD KOMITMEN PENEGAKAN HUKUM YANG TRANSPARAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…