Berita

Patroli Blue Light Polsek Bayan Sasar Obyek Vital, Kamtibmas Wilkum Tetap Kondusif

×

Patroli Blue Light Polsek Bayan Sasar Obyek Vital, Kamtibmas Wilkum Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini

 

Bayan, Lombok Utara – Minggu malam (21/6/2026) pukul 21.00 Wita, lampu rotator biru berkeliling wilayah hukum Polsek Bayan. Piket SPKT III gelar Patroli Blue Light ke titik vital + dialogis bareng warga.

Sasaran patroli malam ini:
1. Dusun Semokan, Desa Batu Rakit – Sambangi warga, ajak jaga ronda + waspada 3C
2. Pegadaian Kec. Bayan – Cek sistem kunci, CCTV, imbau petugas waspada malam hari
3. PKM Bayan – Pastikan obat + aset aman, koordinasi dengan petugas jaga

Sambil patroli, anggota dialogis ke warga sekitar. Pesan utama: sama-sama jaga Kamtibmas di Bayan. 3C jadi target antisipasi – Curat, Curas, Curanmor. Warga diingatkan kunci kendaraan ganda, parkir di tempat terang, laporkan hal mencurigakan ke Polsek.

Hasilnya: situasi Kamtibmas wilkum Polsek Bayan kondusif. Giat masyarakat malam berjalan aman dan lancar sampai selesai.

Patroli Blue Light rutin Polsek Bayan tiap malam. Obyek vital terjaga, warga diajak aktif jaga keamanan, Bayan pun tetap tenang.

Baca Juga :  Bripda Dodi Eko, turun langsung ke sawah untuk melaksanakan panen jagung bersama warga di Desa Sumberan, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…