Berita

Polres Lombok Barat Turun Gunung Pantau Harga Bapokting, Cabai Rawit Melonjak Akibat Cuaca

×

Polres Lombok Barat Turun Gunung Pantau Harga Bapokting, Cabai Rawit Melonjak Akibat Cuaca

Sebarkan artikel ini
Antisipasi Penimbunan Bahan Pokok, Tim Gabungan Polres Lombok Barat Pantau Alur Distribusi Pasar

LOMBOK BARAT — Tim Satuan Tugas Reserse (Satgasres) Sapu Bersih (SABER) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kabupaten Lombok Barat menggelar inspeksi mendadak serta pengecekan harga bahan pokok dan penting (bapokting) pada Sabtu (12/09/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga pangan, kelancaran pasokan, serta perlindungan konsumen dari potensi lonjakan harga di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Kegiatan pengecekan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut berfokus di Pasar Tradisional Gerung serta sejumlah gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di kawasan Gerung. Pengecekan ini merujuk pada regulasi resmi Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (SK Kabapanas) Nomor: 97/TS.02.02/K/01/2026 tentang Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Sinergi Lintas Sektor Amankan Komoditas Pangan Lintas Wilayah

Inspeksi lapangan ini melibatkan sinergi kuat antarinstansi tingkat pusat maupun daerah. Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Heddy Permana Putra, S.Tr.K., S.I.K., bersama Kanit Tipidter Polres Lombok Barat IPDA Muh. Abdullah, S.Kom., dan personel Unit 2 Sat Reskrim Polres Lombok Barat.

Selain jajaran kepolisian, pemantauan ini dihadiri oleh perwakilan Badan Pangan Nasional (BPN) Pusat, Perum Bulog Divisi Regional Provinsi NTB, serta dinas teknis setempat, yaitu Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran tim gabungan bertujuan mengawasi secara komprehensif alur distribusi dan kewajaran harga jual di tingkat pedagang eceran maupun ritel modern.

Sejumlah pedagang pasar tradisional turut ditinjau secara langsung pasokan barang dan harga jualnya, di antaranya Toko Ibu Huriah, Toko Ibu Erel, Toko Ibu Sum, Toko Ibu Ning, Toko Ibu Hadijah, Toko Pak Mar, Toko Ibu Hj. Mustiah, hingga Toko Hj. Juarah. Pengecekan menyeluruh ini dilakukan guna mendapatkan gambaran rinci mengenai dinamika harga bapokting di lapangan.

Baca Juga :  Polri Dukung Astacita, Polsek Merakurak Polres Tuban Turun Cek Tanaman Jagung Warga di Desa Temandang

Hasil Pantauan Harga Bahan Pokok dan Penyebab Kenaikan Cabai Rawit

Berdasarkan hasil pendataan dan pemantauan harga bapokting di Pasar Tradisional Gerung dan ritel modern, mayoritas komoditas pangan berada pada batas stabil dan masih memenuhi batasan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Komoditas beras premium tercatat dijual seharga Rp14.500 per kilogram (kg), berada di bawah batas HET. Sementara itu, beras medium stabil dijual Rp13.500 per kg, tepat sesuai HET. Untuk bumbu dapur, harga bawang merah dan bawang putih sama-sama berada di bawah HAP, yakni sebesar Rp35.000 per kg. Cabai merah keriting juga terpantau di bawah HAP pada kisaran harga Rp35.000 per kg.

Meski sebagian besar komoditas stabil, tim menemukan satu komoditas bumbu dapur yang mengalami lonjakan harga melebihi batas acuan pemerintah. Komoditas cabai rawit merah saat ini menembus harga Rp95.000 per kg, yang berada di atas HAP. Kenaikan harga cabai rawit merah tersebut disinyalir akibat pengaruh faktor cuaca yang berdampak langsung pada pasokan pasca-panen dari tingkat petani.

Sementara itu, komoditas bahan pangan pokok lainnya terpantau sangat stabil. Gula pasir curah maupun kemasan dijual Rp17.500 per kg, sesuai HAP. Daging sapi paha belakang dipatok Rp138.000 per kg dan paha depan Rp135.000 per kg, seluruhnya sesuai batas HAP. Komoditas telur ayam ras dijual Rp29.500 per kg (di bawah HAP), daging ayam ras Rp42.000 per kg (sesuai HAP), serta Minyakita dijual seharga Rp15.700 per kg, masih sesuai standar HAP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *