Para konselor mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan memberikan motivasi untuk membantu mengurangi kecemasan serta memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana.
“Polri juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Kehadiran personel di tengah masyarakat, bersama unsur lainnya, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga melewati situasi sulit setelah bencana,” tuturnya.
Trunoyudo menambahkan, Polri bersama unsur terkait masih melanjutkan penanganan di wilayah terdampak dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Selain proses pencarian, pembersihan material dan pemulihan akses, jajaran di lapangan juga terus melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat serta dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana.
“Seluruh langkah ini dilakukan secara bertahap dan melalui kerja bersama. Polri tidak berjalan sendiri, tetapi bersinergi dengan pemerintah daerah, tim SAR, TNI, dan unsur terkait lainnya, termasuk masyarakat, agar setiap kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara bersama-sama,” pungkasnya.











