“Kami datang untuk bersilaturahmi, menyampaikan perhatian, serta mendengarkan secara langsung harapan keluarga korban. Kami memahami bahwa kondisi korban dan kebutuhan pengobatannya menjadi hal penting bagi keluarga. Aspirasi tersebut akan kami sampaikan dan koordinasikan dengan pihak terkait sesuai kewenangan satuan.” Tegasnya di hadapan keluarga korban.
Ia menambahkan bahwa penanganan persoalan yang melibatkan anggota TNI harus dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan kondisi korban dan menghormati proses yang berlaku.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara satuan, pemerintah desa, dan keluarga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan.
Kepedulian dan Komunikasi Menjadi Prioritas
Melalui kunjungan tersebut, Koramil 1606-07/Gunungsari bersama Pemerintah Desa Jatisela berupaya menjaga hubungan komunikasi dengan keluarga korban sekaligus memberikan dukungan moral di tengah situasi yang mereka hadapi.
Perhatian terhadap korban tidak hanya berkaitan dengan kunjungan, tetapi juga bagaimana kebutuhan keluarga dapat didengar, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti secara tepat.
Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan, komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga keluarga korban merasa didengar dan memperoleh perhatian yang dibutuhkan dalam menjalani proses pemulihan.
Bagi keluarga yang sedang menghadapi musibah, kehadiran dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menguatkan mereka dalam menghadapi keadaan. Pada akhirnya, penanganan yang bertanggung jawab, perhatian terhadap korban, dan komunikasi yang terbuka diharapkan dapat menjadi landasan untuk memulihkan kepercayaan serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.











