Berita

“Polri Untuk Masyarakat”Peduli Keselamatan, Satlantas Polres Bima Kabupaten Sosialisasikan Tatatertib Berlalulintas

×

“Polri Untuk Masyarakat”Peduli Keselamatan, Satlantas Polres Bima Kabupaten Sosialisasikan Tatatertib Berlalulintas

Sebarkan artikel ini

 

 

 

Untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan Satlantas Polres Bima Kabupaten Polda NTB Intensifif melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas.

Seperti pada Rabu 15 April 2026 sekira pukul 09.00. Wita, Sejumlah anggota Satlantas Polres Bima menyabangi Komunitas ojek, Supir dan masyarakat di terminal Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat pengguna jalan agar berkendara dengan hati dan memahami aturan dalam berkendara sehingga tidak menjadi korban atau menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas.

Dengan mengedepankan komunikasi dua arah dan humanis petugas membersihkan himbauan dan edukasi Keselamatan berlalulintas.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH, melalui Kasat lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH menjelaskan Sosialisasi ini dilakukan untuk membentuk budaya disiplin berlalu lintas di kalangan masyarakat.

“Ini akan terus dilaksanakan secara berkala dengan tujuan untuk menekan terjadinya kecelakaan lalulintas”. Ujarnya.

Sosialisasi ini juga bertujuan mengingatkan masyarakat untuk selalu membawa surat-surat kendaraan (SIM dan STNK) serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.

Baca Juga :  Mendukung Program Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Pendampingan Petani Panen Jagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…