Berita

Perketat Keamanan Pemukiman, Sat Samapta Polres Lombok Barat Gelar Patroli Preventif di Banyumulek

×

Perketat Keamanan Pemukiman, Sat Samapta Polres Lombok Barat Gelar Patroli Preventif di Banyumulek

Sebarkan artikel ini
Perketat Keamanan Pemukiman, Sat Samapta Polres Lombok Barat Gelar Patroli Preventif di Banyumulek

LOMBOK BARAT – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan. Fokus utama kali ini diarahkan pada kawasan pemukiman padat penduduk guna mengantisipasi tindak kriminalitas yang kerap meresahkan warga.

Pada Jumat malam, 17 April 2026, personel dari Unit Patroli Sat Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli preventif dengan menyasar Perumahan Pesona Banyu Asri, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri. Langkah ini diambil sebagai respons strategis untuk meminimalisir potensi tindak pidana 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

Komitmen Polri dalam Menciptakan Harkamtibmas

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.30 WITA tersebut bukan sekadar pemantauan rutin. Kehadiran personel kepolisian di tengah malam bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang beristirahat. Melalui kehadiran fisik Polri di lapangan, diharapkan niat maupun kesempatan para pelaku kejahatan dapat tereduksi secara signifikan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari pelayanan prima institusi Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Menurutnya, kawasan perumahan seringkali menjadi target empuk pelaku kejahatan jika sistem keamanan lingkungan tidak terjaga dengan baik.

“Kegiatan patroli preventif ini kami laksanakan di Perumahan Pesona Banyu Asri guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat beristirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir akan potensi tindak kriminalitas 3C,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangannya.

Baca Juga :  Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

Edukasi Keamanan kepada Petugas Satpam

Selain menyisir gang-gang perumahan dan memantau penerangan jalan, personel Unit Patroli Samapta juga melakukan dialog interaktif dengan petugas keamanan atau security yang sedang berjaga di pos depan perumahan. Komunikasi dua arah ini dianggap vital karena petugas keamanan merupakan garda terdepan dalam menjaga kondusivitas internal lingkungan perumahan.

Dalam interaksi tersebut, petugas memberikan imbauan serta pesan-pesan kamtibmas agar para security tidak lengah, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari. Kedisiplinan dalam memantau setiap tamu yang masuk dan keluar serta rutin melakukan patroli di area blok perumahan menjadi poin utama yang ditekankan oleh personel kepolisian.

“Kami menghimbau dan memberikan pesan kamtibmas kepada security agar tetap waspada serta selalu menjaga situasi kamtibmas di area tugasnya supaya tetap aman dan kondusif. Kerjasama antara kepolisian dan satuan pengamanan swakarsa sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar terjaga,” tambah Iptu Eko Nugroho.

Hasil Pemantauan dan Kondisi Lapangan

Berdasarkan laporan dari lapangan, pihak keamanan Perumahan Pesona Banyu Asri menyambut baik kehadiran personel Polres Lombok Barat. Informasi yang dihimpun dari petugas security setempat menyatakan bahwa hingga saat ini situasi di dalam perumahan masih terpantau aman dan terkendali. Belum ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu ketenangan warga desa Banyumulek tersebut.

Kegiatan patroli yang berlangsung hingga tengah malam ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya patroli rutin yang bersifat preventif seperti ini, Polres Lombok Barat berharap angka kriminalitas di wilayah Kecamatan Kediri dan sekitarnya dapat terus ditekan.

Kehadiran Polri di lapangan secara konsisten diharapkan mampu membangun kepercayaan publik yang lebih kuat. Upaya proaktif ini menunjukkan bahwa Polri senantiasa hadir dan siaga dalam memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di kawasan perkotaan maupun di area pemukiman pinggiran. Langkah preventif ini akan terus berlanjut ke titik-titik rawan lainnya di seluruh wilayah Lombok Barat sebagai wujud nyata dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Baca Juga :  Persiapkan Generasi Digital, SMAN 2 Tuban Gelar Sosialisasi dan Edukasi Program AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…