Berita

Polres Lombok Tengah Gelar Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional

×

Polres Lombok Tengah Gelar Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional

Sebarkan artikel ini

Lombok Tengah – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah menggelar upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Lombok Tengah, Jumat pagi.

Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto,S.I.K diikuti oleh seluruh personel Polres Lombok Tengah, mulai dari pejabat utama, perwira, bintara hingga ASN Polri. Bertindak selaku inspektur upacara, pimpinan Polres Lombok Tengah menekankan pentingnya momentum Hari Kesadaran Nasional sebagai sarana meningkatkan disiplin, integritas, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.

Dalam amanatnya, inspektur upacara menyampaikan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui peringatan ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga profesionalisme, memperkuat soliditas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujarnya.

Selain itu, seluruh personel juga diimbau untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis, serta responsif terhadap berbagai dinamika kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh personel senantiasa diberikan kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.

Dengan digelarnya upacara ini, diharapkan semangat pengabdian anggota Polres Lombok Tengah semakin meningkat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Pawai Ta,aruf Pembukaan STQ Tingkat Kecamatan Madapangga, Polsek Madapangga Gelar Pengamanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…