Berita

Wujud Kepedulian Polri di Pelosok, Kapolres Lombok Barat Salurkan Bantuan Spesial untuk Masjid di Gili Gede Indah

×

Wujud Kepedulian Polri di Pelosok, Kapolres Lombok Barat Salurkan Bantuan Spesial untuk Masjid di Gili Gede Indah

Sebarkan artikel ini
Wujud Kepedulian Polri di Pelosok, Kapolres Lombok Barat Salurkan Bantuan Spesial untuk Masjid di Gili Gede Indah

LOMBOK BARAT – Kepedulian terhadap sarana ibadah di wilayah terpencil terus menjadi prioritas jajaran Polres Lombok Barat. Sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, Kapolres Lombok Barat menyalurkan bantuan sosial untuk mendukung percepatan pembangunan Masjid Nurul Yaqin yang berlokasi di Dusun Tanjungan, Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, bertepatan dengan momentum hari Jumat yang penuh berkah. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung oleh perwakilan Polsek Sekotong sebagai perpanjangan tangan Kapolres Lombok Barat untuk memastikan amanah tersebut sampai kepada pengurus pembangunan masjid di wilayah kepulauan tersebut.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Pembangunan Tempat Ibadah

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WITA, sesaat setelah pelaksanaan ibadah salat Jumat. Bhabinkamtibmas Desa Gili Gede Indah, Aipda Bambang Irawan, bersama anggota Sabhara Polsek Sekotong, Bripda M. Fikri, menyeberang menuju Dusun Tanjungan untuk bertemu langsung dengan para tokoh agama dan pengurus masjid.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab moral serta upaya mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Kami hadir di sini untuk menyampaikan amanah dari Bapak Kapolres Lombok Barat. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian beliau terhadap pembangunan sarana ibadah, dengan harapan dapat membantu kelancaran proses pembangunan Masjid Nurul Yaqin sehingga segera dapat digunakan dengan nyaman oleh jamaah di Dusun Tanjungan,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.

Penyerahan Bantuan Kepada Pengurus Masjid Nurul Yaqin

Kehadiran personel Polsek Sekotong disambut hangat oleh Takmir Masjid Dusun Tanjungan, Haji Ramli, Ketua Pembangunan Masjid, Sapar, serta Marbot Masjid, Ishak. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada bendahara pembangunan masjid yang disaksikan oleh para tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Donggo Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Santo Paulus

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa Polri tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga memiliki peran sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam pengadaan fasilitas umum. Menurutnya, masjid adalah pusat kegiatan umat yang sangat krusial bagi pembentukan karakter masyarakat yang religius dan kondusif.

“Bapak Kapolres berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa menjadi stimulan bagi warga lainnya untuk bergotong royong menyelesaikan pembangunan masjid. Polri ingin memastikan bahwa masyarakat merasa didukung dalam setiap kegiatan positif, terutama dalam pembangunan tempat ibadah seperti ini,” tambahnya.

Apresiasi dari Warga Desa Gili Gede Indah

Penyerahan bantuan ini mendapatkan respons positif dari warga setempat. Bendahara pembangunan Masjid Nurul Yaqin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh orang nomor satu di kepolisian Resor Lombok Barat tersebut. Ia menilai bantuan ini sangat berarti mengingat lokasi desa yang berada di pulau memerlukan biaya logistik yang tidak sedikit dalam pembangunan.

“Kami mewakili panitia pembangunan dan seluruh jamaah di Dusun Tanjungan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga beliau beserta seluruh jajaran Polres Lombok Barat selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat,” ungkap pihak pengurus masjid saat menerima bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…