Berita

Wujud Kepedulian Polri di Pelosok, Kapolres Lombok Barat Salurkan Bantuan Spesial untuk Masjid di Gili Gede Indah

×

Wujud Kepedulian Polri di Pelosok, Kapolres Lombok Barat Salurkan Bantuan Spesial untuk Masjid di Gili Gede Indah

Sebarkan artikel ini
Wujud Kepedulian Polri di Pelosok, Kapolres Lombok Barat Salurkan Bantuan Spesial untuk Masjid di Gili Gede Indah

Memperkuat Kamtibmas Melalui Pendekatan Humanis

Selain bertujuan membantu pembangunan fisik masjid, kegiatan ini juga merupakan strategi preemtif Polri untuk menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Dengan hadir secara humanis di tengah warga, diharapkan tercipta komunikasi dua arah yang baik antara polisi dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat efektif untuk membangun kepercayaan publik atau public trust. Jika masyarakat sudah dekat dengan Polri, maka upaya kita dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di Desa Gili Gede Indah akan lebih mudah dilakukan karena adanya dukungan penuh dari warga,” jelas Kapolsek Sekotong melalui Aipda Bambang Irawan di lokasi kegiatan.

Melalui bantuan ini, diharapkan citra positif Polri di mata masyarakat terus meningkat. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek di wilayah Gili Gede Indah menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang bagi Polres Lombok Barat untuk tetap memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan berakhir dengan tertib dan penuh khidmat, meninggalkan kesan mendalam bagi warga Dusun Tanjungan.

Baca Juga :  Evaluasi Menyeluruh Panipahan, Kapolda Riau Lakukan Rotasi Besar dan Perkuat Perang Melawan Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…