Rekomendasi yang tengah dirumuskan mencakup penguatan jaringan transmisi tenaga listrik, pengembangan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (Battery Energy Storage System atau BESS), peningkatan kepastian investasi sektor energi bersih, serta optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal. Seluruh rekomendasi tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik geografis dan kebutuhan pembangunan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Melalui pembelajaran ini, Delegasi PKN I Angkatan 69 berharap dapat menghadirkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya mempercepat transisi energi nasional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, tata kelola yang adaptif, dan inovasi teknologi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dari kegiatan Benchmarking ini terdapat tiga kompetensi kepemimpinan strategis yang penting:
– Berpikir Sistemik
Melihat transisi energi sebagai persoalan yang saling berkaitan antara teknologi, infrastruktur, investasi, kelembagaan, dan masyarakat.
– Kepemimpinan Kolaboratif
Menekankan kemampuan mengorkestrasi berbagai pemangku kepentingan dan mengatasi fragmentasi koordinasi.
– Kepemimpinan Adaptif dan Berorientasi Kebijakan
Menerjemahkan pembelajaran internasional menjadi rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Indonesia dan dapat dilaksanakan.
“Keberhasilan transisi energi bukan semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan kepemimpinan nasional dalam mengorkestrasi kebijakan, kelembagaan, investasi, dan inovasi secara terintegrasi.”











