Berita

Polres Lombok Barat Perkuat Keamanan Taman Kota Melalui Patroli Dialogis dan Sosialisasi KEMOS 110

×

Polres Lombok Barat Perkuat Keamanan Taman Kota Melalui Patroli Dialogis dan Sosialisasi KEMOS 110

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat Perkuat Keamanan Taman Kota Melalui Patroli Dialogis dan Sosialisasi KEMOS 110

GERUNG – Jajaran Sat Samapta Polres Lombok Barat terus mengintensifkan upaya menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pada Jumat malam, 17 April 2026, personel Unit Patroli Samapta menggelar kegiatan patroli preventif sekaligus sosialisasi inovasi layanan kepolisian di kawasan strategis Taman Kota Giri Menang, Kecamatan Gerung.

Langkah ini diambil guna memastikan ruang publik tetap aman bagi warga, terutama saat berlangsungnya kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu menekan potensi tindak kriminalitas serta mempercepat respons penanganan darurat melalui pemanfaatan teknologi informasi.


Sinergi Keamanan di Tengah Kemeriahan Night Run Festival

Suasana Taman Kota Giri Menang tampak lebih ramai dari biasanya seiring dengan digelarnya acara Night Run Festival. Mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat tersebut, personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat hadir secara langsung untuk melakukan komunikasi dialogis dengan para pengunjung maupun peserta festival. Fokus utama dari dialog ini adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan mandiri terhadap potensi kejahatan jalanan maupun tindak pidana lainnya.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan bukan sekadar untuk pengawasan fisik, melainkan untuk membangun komunikasi dua arah yang efektif dengan warga.

“Kami mengedepankan pola patroli yang humanis. Anggota di lapangan berbincang langsung dengan masyarakat yang hadir di acara Night Run Festival untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Kami meminta warga untuk selalu waspada dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif,” ujar Iptu Eko Nugroho saat memberikan keterangan resmi terkait kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Parade Perahu Layar Meriahkan Penutupan Festival Pesisir

Ia menambahkan bahwa peran serta masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan. Tanpa adanya kolaborasi yang baik antara kepolisian dan warga, upaya pencegahan kejahatan tidak akan berjalan maksimal.


Inovasi KEMOS: Percepatan Pelayanan Melalui Call Center 110

Selain melakukan pengamanan fisik, Polres Lombok Barat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan inovasi terbaru mereka yang dikenal dengan nama KEMOS (Kecepatan Melayani SOS). Inovasi ini dirancang oleh Sat Samapta Polres Lombok Barat sebagai bentuk transformasi pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan modern, terutama dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui sosialisasi ini, personel menjelaskan secara detail mengenai fungsi Call Center 110. Layanan ini menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian segera, mulai dari kecelakaan lalu lintas, tindak kriminalitas yang sedang terjadi, hingga musibah darurat lainnya yang memerlukan kehadiran aparat secara cepat di lokasi kejadian.

“Melalui inovasi KEMOS ini, kami ingin memastikan bahwa negara hadir kapan pun masyarakat membutuhkan. Kami mensosialisasikan Call Center 110 agar warga tahu ke mana harus melapor jika mengalami atau melihat musibah yang bersifat urgent. Kecepatan laporan masyarakat akan sangat menentukan kecepatan kami dalam mengambil tindakan di lapangan,” jelas Iptu Eko Nugroho.

Layanan KEMOS ini terintegrasi langsung dengan unit reaksi cepat, sehingga koordinasi antarpersonel dapat dilakukan dalam hitungan detik. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan yang prima dan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…