Berita

Polres Lombok Barat Perkuat Keamanan Taman Kota Melalui Patroli Dialogis dan Sosialisasi KEMOS 110

×

Polres Lombok Barat Perkuat Keamanan Taman Kota Melalui Patroli Dialogis dan Sosialisasi KEMOS 110

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat Perkuat Keamanan Taman Kota Melalui Patroli Dialogis dan Sosialisasi KEMOS 110

Situasi Wilayah Hukum Polres Lobar Terpantau Kondusif

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.20 Wita tersebut berjalan dengan tertib dan mendapatkan apresiasi positif dari para pengunjung taman kota. Berdasarkan pemantauan di lapangan dan interaksi langsung dengan warga setempat, kondisi keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Barat, khususnya di seputaran Kecamatan Gerung, dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.

Masyarakat menyambut baik kehadiran polisi yang secara proaktif mendatangi mereka untuk memberikan rasa aman. Salah seorang pengunjung taman menyatakan bahwa keberadaan patroli dialogis membuat mereka merasa lebih nyaman saat beraktivitas di malam hari bersama keluarga.

Hingga berakhirnya kegiatan patroli, situasi secara umum tetap kondusif tanpa adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol. Pihak Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan patroli serupa secara rutin, menyasar titik-titik keramaian dan daerah rawan, demi menjamin kenyamanan seluruh warga Kabupaten Lombok Barat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Polsek Singgahan Polresta Tuban Turun Cek Tanaman jagung Warga di Desa Lajo Lor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…